Pancar Cinta di Tanah Sukapura; Cerita yang Belum Usai

Pancar.id, 29 August 2022 12:07:31
Penulis : Rizal Ilham
Pancar Cinta di Tanah Sukapura; Cerita yang Belum Usai

 

Judul: Pancar

Penulis: Fuad Hisyamuddin

Penerbit: Bina Cerdas Indonesia

Terbit: Desember 2020

Halaman: 425

Pancar.id - Pancar bukanlah novel pertama dengan latar pesantren di Tasikmalaya. Sebelumnya saya pernah melahap Monumen Cinta Sejati garapan Supriady T. H. Perbedaan paling mendasar di antara keduanya adalah desain buku Pancar yang lebih 'menarik minat' lantaran bersampul hard cover, disertai kanji yang artistik. Namun secara isi, keduanya tidak jauh berbeda; sama-sama membahas dunia pesantren dengan nuansa cinta platonik. 

Muhammad Iqbal, yang juga disebut Babal atau Sujang, merupakan tokoh sentral dalam novel ini. Dia merupakan anak lelaki Akmal dan Azizah, sekaligus kakak bagi Syifa. Iqbal tumbuh dan besar di tengah-tengah keluarga sederhana; lekat dengan tani dan religi, namun tetap memprioritaskan pendidikan. Terbukti dengan latar belakang Akmal yang pernah mengenyam pendidikan di beberapa pondok pesantren dan sempat berkuliah walau tidak tamat.

Keluarga Akmal bermukim di Pagerageung, sebuah kampung di sebelah utara Tasikmalaya. Mereka terbilang harmonis dan memiliki kedekatan yang khas; antara ibu-bapak, orang tua-anak, pun kakak-adik.

Selain akrab dengan sesama keluarga, mereka juga cukup dekat dengan Kiai Haidar, pemimpin Pondok Pesantren Mama Syaban. Dulunya Kiai Haidar adalah sahabat Akmal dan ternyata sosok yang menyukai Azizah. Namun Azizah menyukai Akmal dan berjodoh dengannya. Walau demikian, bukan berarti persahabatan di antara mereka terkikis begitu saja.

Lantaran kedekatan itu, Iqbal dan Syifa memanggil Kiai Haidar dengan sebutan Abah. Abah sendiri sudah menikah dengan Umi Rahmah dan telah dikaruniai putri semata wayang bernama Nisrina. Kebersamaan antara Iqbal dan Nisrina sudah terjalin sejak belia, terutama ketika Iqbal mondok di Pesantren Mama Syaban, lalu satu sekolah saat SMA.

Baca: Kambing dan Hujan; Sebuah Roman Dua Ormas dalam Satu Cinta

Keseharian Iqbal dengan Syifa dan Nisrina selayaknya anak beranjak remaja pada umumnya. Namun kehidupan Iqbal sedikit banyak berubah selepas kepergian Akmal. Sekali dua kali Iqbal terlintas untuk tidak melanjutkan studi. Pikiran itu seolah diamini semesta.

Tak berselang lama, Iqbal berhenti sekolah lantaran terlibat perkelahian dengan Adit yang dulu pernah mengganggu Nisrina. Perkelahian itu tak hanya menyebabkan Adit babak belur, tetapi menyeret Iqbal lebih jauh lagi; pada polisi dan kompromi untuk berhenti sekolah. 

Padahal sejak kecil, Iqbal punya mimpi besar untuk menuntut ilmu hingga ke Jepang. Nisrinalah orang yang mengembalikan semangat yang sempat padam dalam diri Iqbal dan membuatnya tergerak mendaftar program Paket C.

Entah sejak kapan, Iqbal tanpa sadar sudah jatuh cinta pada Nisrina. Begitu juga sebaliknya. Karena satu dan lain hal, Nisrina justru dilamar oleh Mas Shafa, lelaki asal Solo yang dulu sempat mondok di Pesantren Mama Syaban. Sementara Iqbal sendiri berangkat ke Jepang lantaran diterima di Gifu University. Namun di akhir cerita, atas beragam pertimbangan, Mas Shafa membatalkan rencana pernikahannya  dengan Nisrina.

Di akhir buku memang dicantumkan jika ceritanya akan berlanjut ke buku berikutnya. Sebuah kabar baik lantaran gaya bertutur penulisnya begitu mengalir. Bahasanya juga ringan. Hal menarik lain yang ada di buku ini adanya daya juang dan kegigihan dalam diri Iqbal, pribadi Akmal yang visioner, serta kesantunan dan teladan pada tiap-tiap tokoh protagonisnya.

Hanya saja, cerita masa lalu antara Kiai Haidar, Akmal, dan Azizah terasa sedikit kurang pas karena letaknya di bab 6. Barangkali akan lebih enak jika diletakkan tidak jauh dengan awal kemunculan keluarga Haidar. Pun masih terdapat beberapa kaidah penulisan yang kurang sesuai. Kendati demikian, tidak mengurangi kesedapan buku ini.

Silakan tonton berbagai video menarik di sini:


Berita Terkait

Rektor Paramadina, Prof Didik: Intelektual Muda Episentrum Gerakan Kebenaran

2023-01-29 16:42:28

Papuan Lives Matter: Wacana 'Menegarakan' Papua

2022-11-05 15:30:19

Meresapi 13 Pertanyaan untuk Tiga Nama

2022-11-04 09:10:32

(Bukan) Sarjana Di Atas Kertas

2022-11-03 16:29:07

Skripshit, Sebuah Kisah Mahasiswa Paling Lama

2022-10-01 15:51:59

Bukan Cuma Berenang, Mau Apa di Pangandaran?

2022-09-23 15:43:27

Menggeledah Kematian Lewat Chatting

2022-09-20 21:51:47

"Disambo" Warganet, Kak Seto Legowo

2022-09-13 12:47:09

Sebuah Seruan Aksi Massa

2022-09-12 16:11:55

Paranoid, Menghadapi Ketakutan yang Menghantui

2022-09-03 17:25:06

LPK Embun - Suncare Jepang Kerja Sama, Wali Kota Tasik Jadi Saksi

2022-09-02 16:50:33