Rujak Cingur: Makanan Khas Surabaya Yang Mendapat Pengaruh Dari Mesir

Pancar.id, 18 November 2023 14:32:03
Penulis : Diastriana
Rujak Cingur: Makanan Khas Surabaya Yang Mendapat Pengaruh Dari Mesir
Sumber Foto: Fimela


Pancar.id - Rujak Cingur sebuah hidangan yang melambangkan kekayaan rasa khas Jawa Timur, terutama di Surabaya, kuliner satu ini memiliki sejarah yang panjang sebelum sampai ke Indonesia. 

Makanan ini tidak hanya sekadar hidangan, melainkan representasi dari bumbu khas yang hanya dapat ditemukan di Jawa Timur, menambahkan cita rasa yang dihasilkannya.

Meskipun banyak daerah di Jawa Timur mencoba menyajikan rujak cingur, keaslian dan kelezatan seperti yang terdapat di Surabaya sulit ditandingi, karena keterbatasan dalam memperoleh bumbu petis yang esensial. 

Mengungkap asal-usulnya, rupanya rujak cingur memiliki jejak perjalanan kuliner yang panjang, dipercayai berasal dari negara Mesir. Menurut cerita yang diambil dari Pegipegi, pada zaman Raja Firaun Hanyokrowati, sebuah kejadian menarik terjadi saat perayaan ulang tahun sang raja. 

Baca: Nasu Palekko: Olahan Itik Sederhana khas Sulawesi Selatan

Juru masak istana tidak dapat memuaskan selera raja dengan hidangan-hidangan yang disajikan, hingga muncul Abdul Rojak, seorang punggawa kerajaan, dengan hidangan yang dibungkus dalam daun pisang.

Hidangan tersebut, setelah melewati pemeriksaan kesehatan istana, berhasil memikat hati sang raja. Abdul Rojak bahkan dihadiahi kapal laut dan tanah, serta diangkat menjadi juru masak istana. 

Meski menolak beberapa hadiah, ia memilih mengembara dan akhirnya tiba di Tanjung Perak, Surabaya, pada masa perdagangan. Di sana, ia menyebarkan resep hidangan tersebut, menghadapi kendala dalam mendapatkan cingur onta yang digantikan dengan cingur sapi dan menyesuaikan beberapa bumbu untuk mempermudah pengolahan.

Kata "cingur" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "mulut," merujuk pada moncong sapi yang telah direbus dan dibersihkan menjadi bahan utama dalam rujak cingur. 

Cita rasa pedas nimat membuat siapa saja tak bisa menolak makanan satu ini.


Berita Terkait

Kue Jawada: Camilan Tradisional Alor yang Cocok untuk Teman Ngopi

2024-07-22 11:24:12

Curug Ciastana, Dua Aliran Air Terjun Memukau di Cianjur Selatan

2024-07-22 11:22:23

Nikmati Liburan Keluarga yang Seru di Pantai Sambolo Anyer

2024-07-20 11:18:33

Kue Jojorong, Cita Rasa Tradisional Banten dalam Setiap Gigitan

2024-07-20 11:15:33

Nikmati Kelezatan Sambal Buroq dengan Nasi Hangat

2024-07-20 10:49:57

Menikmati Keindahan Alam dan Budaya di Desa Wisata Suku Baduy

2024-07-20 10:47:22

Pecel Pitik Banyuwangi, Kuliner Tradisional yang Menggugah Selera

2024-07-19 11:24:37

Taman Blambangan, Oase Hijau dan Pusat Seni di Banyuwangi

2024-07-19 11:21:06

Serabi Solo, Menyajikan Kelezatan Kuliner Khas dari Jawa Tengah

2024-07-18 12:03:13

Menikmati Keindahan Curug Sodong di Geopark Ciletuh Sukabumi

2024-07-18 11:43:26

Perkedel Kentang, Lauk Favorit yang Siap Saji dalam Waktu Singkat

2024-07-17 15:43:26

Curug Awang Sukabumi, Air Terjun Niagara Jawa di Geopark Ciletuh

2024-07-17 15:29:57

Lontong Kikil, Kelezatan Masakan Tradisional dari Jawa Timur

2024-07-16 11:37:03