Kisah Sukses Purwo Harsono, Mengubah Hutan menjadi Wisata Berkesejahteraan

Pancar.id, 26 September 2023 16:00:00
Penulis : Nurazizah
Kisah Sukses Purwo Harsono, Mengubah Hutan menjadi Wisata Berkesejahteraan
Sumber Foto: Bahadur


Pancar.id - Purwo Harsono merupakan tokoh yang memulai kegiatan wisata di hutan pinus Mangunan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha wisata ini berkembang pesat dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat serta pelestarian hutan. Atas dedikasinya, Purwo menerima penghargaan Kalpataru.

Pada tahun 2021, Purwo menerima penghargaan Kalpataru dalam kategori Perintis Lingkungan. Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar pada 14 Oktober 2021 di Jakarta.

Purwo dianugerahi penghargaan ini berkat usahanya dalam mengembangkan aktivitas wisata di kawasan hutan pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul. Kawasan hutan ini merupakan bagian dari Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan yang dikelola oleh Pemerintah Daerah DIY.

Menurut Purwo, perintisannya dalam mengembangkan wisata dimulai berdasarkan dorongan dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, saat kunjungannya ke Mangunan pada tahun 2014. Sultan HB X sangat mendukung ide pengembangan pariwisata di kawasan tersebut.

Purwo yang pada saat itu belum memiliki pengalaman dalam mengelola wisata, diminta oleh Sultan untuk menyampaikan usulan pengembangan aktivitas wisata. Sebelum terlibat dalam pengelolaan wisata di Mangunan, Purwo bekerja di bidang pemasaran sebuah perusahaan swasta.

Setelah kunjungan Sultan, Purwo dan beberapa warga di Mangunan mulai mempersiapkan pengembangan aktivitas wisata. Salah satu langkah awal adalah mendirikan Koperasi Noto Wono sebagai badan hukum untuk mengelola kegiatan wisata. Koperasi ini kemudian menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY untuk mengelola kawasan hutan Mangunan sebagai destinasi wisata.

Untuk menjalankan kerja sama ini, Pemerintah Daerah DIY mengeluarkan beberapa regulasi, termasuk Peraturan Daerah DIY Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Hutan Produksi dan Hutan Lindung, serta Peraturan Gubernur DIY Nomor 84 Tahun 2016 tentang Kerja Sama Pemanfaatan Hutan Lindung.

Setelah aturan tersebut diterbitkan, Koperasi Noto Wono menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Daerah DIY pada 31 Januari 2017. Dengan nota kesepahaman ini, Koperasi Noto Wono mengelola kawasan hutan seluas 30,41 hektar dari total luas kawasan RPH Mangunan sebesar 570,7 hektar.

Di kawasan hutan seluas 30,41 hektar ini,  terdapat 10 obyek wisata yang berada di tiga desa di Kecamatan Dlingo, yaitu Mangunan, Muntuk, dan Terong. Obyek-obyek wisata ini termasuk Pinus Pengger, Puncak Becici, Rumah Literasi, Lintang Sewu, Pintu Langit, Pinus Asri, Pinus Sari, Seribu Batu, Bukit Panguk, dan Bukit Mojo.

Baca: Petronela Merauje: Aktivis Lingkungan Berpengaruh Asal Kota Jayapura

Obyek-obyek wisata ini menawarkan pengalaman indah di hutan pinus dan perbukitan dengan pemandangan yang menarik bagi pengunjung.

Sejak tahun 2017, obyek-obyek wisata di kawasan hutan pinus Mangunan semakin dikenal luas dan mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan. Jumlah pengunjung meningkat pesat dari 2 juta orang pada tahun 2017, menjadi 2,7 juta orang pada tahun 2018, dan 2,4 juta orang pada tahun 2019. Dampak positif dari aktivitas wisata ini juga tercermin dalam pendapatan yang besar.

Pendapatan dari aktivitas wisata di Mangunan dibagi secara adil. Sebanyak 25 persen pendapatan disumbangkan kepada Pemerintah Daerah DIY, 70 persen digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, dan 5 persen diberikan kepada Koperasi Noto Wono. Prioritas utama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Purwo menjelaskan bahwa pada tahun 2019, Koperasi Noto Wono berhasil memberikan sumbangan sebesar Rp 2,4 miliar kepada Pemerintah Daerah DIY dari aktivitas wisata. Pendapatan yang diterima oleh masyarakat setempat tiga kali lipat dari kontribusi yang diberikan kepada pemerintah. Dengan demikian, aktivitas wisata di Mangunan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Selain manfaat ekonomi, aktivitas wisata di Mangunan juga memberikan dampak positif pada kelestarian hutan. Dengan adanya masyarakat yang aktif mengawasi hutan di Mangunan, tidak ada yang berani melakukan pembalakan ilegal di hutan lindung tersebut.

Purwo mengungkapkan bahwa kelompok Bregada Jaga Wana, yang terdiri dari 37 warga setempat, telah dibentuk untuk melakukan pengawasan intensif terhadap kondisi hutan. Masyarakat juga membantu dalam memantau keadaan hutan, sehingga risiko kerusakan hutan semakin berkurang.

Dengan manfaat ganda yang dihasilkan dari aktivitas wisata di kawasan hutan pinus Mangunan, Purwo Harsono meraih penghargaan Kalpataru. Perjuangannya dalam mengembangkan wisata di Mangunan dianggap berhasil mengintegrasikan fungsi hutan dalam aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.

Purwo menjelaskan filosofi sederhana, yaitu "Sejahterakan dulu rakyatnya, baru hutannya lestari." Pendekatan ini membuktikan bahwa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat memainkan peran penting dalam pelestarian alam dan hutan.


Berita Terkait

Menelusuri Kisah Sukses Martin Reyhan Suryohusodo: Pendiri Otoklix di Forbes 30 Under 30

2024-02-19 11:37:47

Ronny Lukito: Perjalanan Gemilang dari Berjualan Susu hingga Memimpin Eiger

2024-02-16 17:31:21

Kisah Sukses Ronald dalam Membantu Petani Kopi Colol

2024-02-15 18:32:53

Kisah Inspiratif: Yaumi Fauziah Sugiharta, CEO Muda di Dunia Perawatan Kulit

2024-02-09 11:47:44

Kisah Sukses Steven Wongsoredjo: Membangun Aplikasi Super dari Nol

2024-02-07 11:37:01

Kisah Inspiratif Eko Pujianto: CEO Muda di Balik Sukses Kebab Turki Baba Rafi

2024-02-06 11:31:39

Anugrah Pakerti: Inspirasi Kesuksesan di Dunia Skincare Indonesia

2024-02-05 13:01:03

Yasa Paramita Singgih: Perjalanan Inspiratif dari Kegagalan ke Kesuksesan

2024-02-01 11:41:23

Shinta Nurfauzia: Membangun Mie Lemonilo dari Nol Hingga Puncak Kesuksesan

2024-01-31 12:38:56

Kisah Sukses Anderson Sumarli di Dunia Investasi

2024-01-30 12:24:03

Kevin Aluwi: Membangun Kesuksesan di Panggung Bisnis Teknologi Indonesia

2024-01-29 11:58:51

Adi Utarini: Ilmuwan Indonesia di Puncak Kesuksesan Melawan Demam Berdarah

2024-01-24 12:01:34

Kisah Melati Wijsen: Menginspirasi Jutaan Orang untuk Tolak Sampah Plastik

2024-01-19 12:04:24