Kisah Tini Kasmawati: Penyelamat Satwa Langka Owa Jawa

Pancar.id, 12 September 2023 15:00:27
Penulis : Nurazizah
Kisah Tini Kasmawati: Penyelamat Satwa Langka Owa Jawa
Sumber Foto: CNA


Pancar.id - Tidak semua orang memiliki hati yang tergerak untuk peduli terhadap satwa liar yang ada di alam. Perlu adanya ‘panggilan khusus’ dari hati untuk menjadi seseorang yang memiliki rasa kecintaan tinggi terhadap lingkungan. Salah satunya adalah Tini Kasmawati.

Bukan berasal dari seseorang yang aktif melakukan kegiatan alam. Dan tidak juga dirinya memiliki kelebihan dari segi materi untuk menjamin kehidupan satwa liar. Namun nama Tini cukup dikenal sebagai seorang perempuan yang menjaga kelestarian owa jawa di Sukabumi.

Sama seperti masyarakat biasa, Tini awalnya hanya warga biasa di Kampung Cimaranginan, Desa Lengkong, Sukabumi. Ia tahu jika di hutan daerah tempat tinggalnya hidup sekelompok satwa cukup langka yakni owa jawa.

Namun keingintahuan tersebut belum membuat Tini mencari tahu lebih jauh. Semuanya baru berubah sejak 2014, saat kampungnya kedatangan mahasiwa dari Belanda yang ingin melakukan penelitian terhadap owa jawa.

Tini heran, karena mereka rela datang ribuan kilometer dan menghabiskan uang yang tidak sedikit hanya untuk mempelajari owa jawa.

“Mereka (orang Belanda) yang datang jauh dari sana dengan biaya sampai ratusan jut  begitu peduli. Kenapa saya yang notabene lahir dan besar di sini tidak, padahal otomatis owa jawa yang ada di sini milik kita, milik orang Lengkong khususnya orang Indonesia” kisah Tini.

Baca: Dicky Dwi Alfandy: Aktivis Lingkungan Berdedikasi Asal Lampung

Sejak saat itu akhirnya hati Tini mulai tergerak. Ia mendekati beberapa ekor owa jawa yang kemudian diurus kehidupannya. Sudah hampir 10 tahun lamanya Tini menjaga kehidupan sekelompok owa jawa yang terdiri dari 4-5 individu.

Tini setiap harinya rutin memberi makan berupa buah-buahan kepada kelompok owa jawa tersebut. Kegiatan itu ia lakukan pada waktu subuh dan siang, atau sore hari. Bukan tanpa alasan Tini melakukan hal itu, pasalnya para owa jawa disebut sudah kesulitan mencari makan.

Akibatnya, hewan tersebut kerap masuk ke pemukiman dan berlarian di atap rumah warga hanya untuk mencari makan. Yang paling parah, pernah ada owa yang mati tersengat kabel listrik karena mencari makan terlalu dekat dengan pemukiman.

Para owa tersebut rupanya sudah akrab dengan sosok Tini layaknya keluarga. Tini bahkan sampai memiliki julukan khusus untuk masing-masing individu owa dari kelompok tersebut.

Tini yang selama ini hanya mengandalkan hidup dari berdagang kopi di lingkungan dekat kantor Perum Perhutani tempat tinggalnya. Dari hasil berjualan itu, ia bahkan lebih sering memperoleh pendapatan kurang dari Rp50 ribu. Namun dari pendapatan itu lah, dirinya membeli buah-buahan untuk makanan para owa.

Tini berharap apa yang ia lakukan dapat membantu melestarikan owa yang tersisa. Sebenarnya Tini memiliki mimpi besar, dan berharap ada orang dermawan yang ingin membeli lahan di wilayah tersebut untuk dijadikan lahan konservasi.


Berita Terkait

Kisah Sukses Kopi Kamu dalam Menggerakkan Komunitas Down Syndrome

2024-06-19 17:50:27

Gilang Widya Pramana, Sosok di Balik Sukses Bisnis Juragan 99

2024-06-15 12:50:48

Kisah Sukses Rina Marlina dalam Dunia Atletik Parabadminton

2024-06-15 12:05:17

Perjalanan Rorian Pratyaksa Menuju Kepemimpinan CEO di Woobiz

2024-06-05 11:45:43

Kisah Sukses Gibran Huzaifah dan eFishery dalam Teknologi Pertanian

2024-06-03 11:38:34

Kisah Inspiratif Nabilah Alsagoff di Dunia Pembayaran Daring dengan DOKU

2024-05-27 12:24:09

Kisah Sukses Rizky Arief Dwi Prakoso dalam Bisnis Parfum HMNS

2024-05-25 14:15:04

Kisah Sukses Utari Octavianty dalam Memimpin Aruna

2024-05-25 13:14:50

Dian Pelangi: Sosok Inspiratif di Dunia Mode Busana Muslim Indonesia

2024-05-21 13:43:39

Mengenal Marshall Pribadi: Sosok di Balik Kesuksesan PrivyID

2024-05-16 13:17:41

Leonika Sari Njoto Boedioetomo: Penggagas Reblood yang Menginspirasi

2024-04-30 11:30:41

Kisah Inspiratif Congliart dalam Dunia Seni dan Desain

2024-04-04 11:10:15

Anton Afganial: Perjalanan Seni dan Inspirasi di Indonesia

2024-03-16 11:18:26